Prancis Mengeruk Uranium Melawi + Skandal freeport dilupakan


artikel-artikel tentang pencurian-pencurian hasil alam yang sangat besar oleh negara asing mungkin sedang dilupakan oleh bangsa ini sampai pada akhirnya ntar 20 tahun kemudian akan merasakan sesuatu yang terjadi oleh bangsa ini keterpurukan rakyat dari negaranya.

berikut kutipan dan kelengkapan dari artikel skandal-sekandal perusahaan asing dengan pemerintah bangsa ini, dan jika dipikir tidak beda jauh dengan bangsa belanda yang menjajah selama 350 tahun di negri ini mencuri hasil alam yang snagat besar di peruntukan negaranya sendiri hanya mungkin bedanya disini ada pihak anak bangsa atau anak bangsat yang menerima kesenangan dari orang asing itu. padahal jika bangsa ini bis amengelola dengan baik semua yang telah dikaruniai tuhan maka bangsa ini lebih hebat dari negara jepang maupun negara2 lainnya

mereka yang menerima sejumlah uang yang sangat besar dari orang asing hanya berfikiran egois saat ini dia senang, padahal 150 tahun kemudia garis keturunan mera akan menjadi budak dikemudian hari

tajamkan pandang, lihat masa depan

SKANDAL FREEPORT

Tanggal: 11 Sep 2007
Sumber: Muhammad Anis Maulachela

FokerLSMPapua.org,

Oleh: Muhammad Anis Maulachela (*)

Salah satu bentuk penjajahan neo-liberalisme di negeri kita adalah kasus Freeport, yang untuk kesekian kalinya mencuat ke permukaan. Nampaknya kali ini kesabaran masyarakat Papua tak terbendung lagi, sehingga protes-protes yang muncul diwarnai dengan demonstrasi beruntun dan bahkan bentrok fisik dengan aparat TNI/Polri. Secara kasat mata, fenomena konflik Freeport memberikan gambaran yang menarik untuk dicermati. Tak diragukan, konflik-konflik yang terkait dengan keberadaan Freeport bukanlah fenomena baru dari adanya ketidakberesan perusahaan tambang Amerika itu selama ini.

(selengkapnya download disini)

Prancis Mengeruk Uranium Melawi ?

Melawi, sebuah kabupaten di Kalimantan Barat yang dimekarkan setahun silam ternyata menyimpan cerita besar. Wilayah ini memiliki kandungan uranium sekitar 24 ribu ton yang setara dengan kebutuhan listrik sebesar 9.000 megawatt selama 125 tahun ke depan.

Namun potensi itu telah dikeruk negara lain. Prancis disebut-sebut telah menguras kandungan uranium di Desa Kalan, Kecamatan Ella Hilir, Melawi. Informasi yang diperoleh Tim Sigi SCTV menyebut Prancis masuk ke pedalaman Kalbar mendompleng Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan), sejak 1973. Aktivitas dan keberadaan perusahaan yang mengeruk kekayaan alam Melawi selama 33 tahun itu tak pernah diketahui pemerintah setempat. Benarkah, uranium Melawi telah dicuri?

(selengkapnya download disini)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s